INTERNET CONNECTION SHARING

 

ROUTING

Konfigurasi routing pada sistem debian di lakukan apabila sistem debian yang dibangun akan berfungsi sebagai PC router. Agar sistem berjalan secara maksimal maka sebaiknya pc tersebut memakai 2 buah lancard yang berfungsi aktif dan menggunakan alamat ip yang berbeda network.

Routing pada dasarnya adalah suatu proses untuk mehubungkan 2 atau lebih jaringan yang berbeda.

Untuk konfigurasi routing pada mesin debian dilakukan dengan cara,

1. Menyiapkan Mesin Virtual Debian 10

Langkah awal adalah menyiapkan satu mesin virtual Debian 10 yang akan berperan sebagai server ICS (router).

Mesin virtual Debian harus menggunakan dua buah network adapter dengan ketentuan berikut:

a. Adapter 1 – Bridged Adapter
Adapter pertama diset sebagai Bridged Adapter. Pastikan adapter ini terhubung ke WiFi LAN Card atau LAN Card pada host yang sudah memiliki akses internet. Adapter ini berfungsi sebagai jalur masuk koneksi internet ke Debian.



b. Adapter 2 – Internal Network

Adapter kedua diset sebagai Internal Network. Adapter ini akan digunakan sebagai jaringan lokal (LAN) internal yang menghubungkan Debian dengan mesin klien.





2. Menyiapkan Mesin Klien Windows

Selanjutnya, siapkan satu mesin virtual klien menggunakan sistem operasi Windows di VirtualBox.

Pada pengaturan jaringan mesin klien Windows:

  • Gunakan Internal Network
  • Pastikan nama Internal Network sama dengan adapter internal pada Debian

Dengan konfigurasi ini, klien Windows akan berada satu jaringan lokal dengan Debian.




3. Konfigurasi IP Address pada Debian 10

Pada sisi Debian, konfigurasi IP dilakukan sebagai berikut:

  • Ethernet 1 (Adapter Bridge) diset menggunakan DHCP, agar Debian memperoleh IP otomatis dari jaringan internet.
  • Ethernet 2 (Adapter Internal) diset menggunakan IP statis, karena akan berfungsi sebagai gateway untuk klien.

Contoh IP statis untuk Ethernet 2:

  • IP Address : 192.168.90.1
  • Netmask : 255.255.255.0

Konfigurasi ini memastikan Debian menjadi pusat jaringan internal.


4. Konfigurasi IP Address pada Windows Klien

Pada mesin klien Windows, atur IP address agar berada satu network dengan IP Debian Ethernet 2.

Contoh konfigurasi IP Windows:

  • IP Address : 192.168.90.2
  • Netmask : 255.255.255.0
  • Gateway : 192.168.90.1

Setelah konfigurasi selesai, lakukan pengujian koneksi dengan perintah ping ke alamat IP Debian.

Jika ping berhasil (reply), maka koneksi antara server Debian dan klien Windows telah terhubung dengan benar.


pada tahap ini klien windows belum terhubung ke internet akan tetapi klien sudah terhubung ke server debian. dibuktikan dengan hasil ping yang ada. Agar klien Windows bisa internet, masih wajib dilakukan langkah lanjutan:

  1. Mengaktifkan IP forwarding di Debian.

        Buka file sysctl.conf dengan sintak     #<text editor> /etc/sysctl.conf

-                    Lalu perhatikan gambar berikut :


Cari baris yang bertuliskan #net.ipv4.ip_forward=1 hilangkan tanda pagar di depan beris tersebut sehingga menjadi net.ipv4.ip_forward=1. Lalu simpan dan keluar.

2. Konfigurasi NAT (iptables masquerade) pada interface bridge Debian.

1.      Install paket iptable-persistent

2.      Menambahkan perintah rouitng pada prompt sintaknya

        - iptables -t nat –A POSTROUTING –j MASQUERADE

- iptables -t nat -A POSTROUTING -o enp0s3 -j MASQUERADE

- iptables -A FORWARD -i enp0s8 -o enp0s3 -j ACCEPT

- iptables -A FORWARD -i enp0s3 -o enp0s8 -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT

 


lakukan ping ke 8.8.8.8 melalui debian jika ttl berarti server debian sudah terhubung ke internet.
stelah perintah iptables di masukkan langkah selanjutnya adalah periksa klien, untuk memastikan klien mendapat akses internet.


PENTING
1. Pada saat konfigurasi ip debian pastikan adapter 1 (enp0s3) menjadi brigde dan memiliki network yang sama degan alamat ip komputer host. adapter 2 (enp0s8) menjadi internal network. 
2. jika klien tidak mendapat internet pastikan debian mendapat internet terlebih dahulu, cek ip debian, jika enp0s3 kosong maka reboot / restart debian dan perintah iptables wajib di ulang.
3. 









1 comment:

Sukicau said...

mantap